Beranda Headline Lion Air Akui Ada Masalah Teknis Pesawat sebelum Terbang ke Pangkal Pinang

Lion Air Akui Ada Masalah Teknis Pesawat sebelum Terbang ke Pangkal Pinang

205
BERBAGI
Ilustrasi. (ist)

PROBENGKULU.COM, Jakarta – Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait membenarkan ada masalah teknis pada pesawat sebelum terbang ke Pangkal Pinang. Namun masalah tersebut sudah diperbaiki dan dianggap laik terbang.

Dalam konfrensi pers di Jakarta, Edward membenarkan setelah terbang terakhir dari Lombok ke Cengkareng tadi malam ada pemberitahuan mengenai kendala teknis pada pesawat.

“Tadi malam itu langsung ditangani oleh mekanik dan setelah itu dianggap laik terbang. Tidak mungkin ada rilis terbang kalau memang ada masalah teknis,” jelas Edward, Senin (29/10/2018).

Edward sendiri tidak mau berspekulasi mengenai kondisi 189 penumpang termasuk kru pesawat Lion Air JT-610 yang diketahui jatuh di Laut Karawang.

“Saya belum bisa mengucapkan bela sungkawa kepada siapa. Kita belum tahu kondisi mereka (penumpang) bagaimana. Pasitnya yang ada di dalam pesawat itu adalah saudara kita semua, tidak ada dibedakan, kita semua berharap yang terbaik,” tuturnya.

Pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di laut Karawang, Jawa Barat, sempat meminta kembali atau return to base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebelum hilang kontak. Diduga pesawat jatah saat berbalik arah hendak ke Cengkareng.

Hal itu disampaikan, Kepala Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, Bagus Sunjoyo dalam konfrensi pers baru-baru ini.

Bagus membenarkan bahwa pilot Lione Air JT-610, Bhavve Suneja meminta RTB. Namun setelah itu tidak ada lagi kontak. “Betul ada permintaan RTB. Tapi setelah itu tidak ada lagi kontak, jadi mungkin pas ingin kembali ke Jakarta itu terjatuh,” kata Bagus kepada wartawan, Senin (29/10/2018) sore.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air JT-610 lepas landas dari Bandara Soetta pada pukul 06.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang pada pukul 07.20 WIB.

Namun, baru 13 menit setelah lepas landas atau tepatnya pukul 06.33 WIB, radar kehilangan kontak dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

Belakangan diketahui, pesawat yang mengangkut 189 penumpang termasuk kru pesawat itu jatuh di Laut Karawang. Saat ini tim basarnas masih melakukan evakuasi.

Sementara itu Basarnas dan pihak Lion Air membuka posko atau crisis centre di Terminal 1B Bandara Soetta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

“Tapi nanti akan dipusatkan di Halim. Meski yang di Cengkareng ini tetap dibuka tapi Halim jadi posko utama,” jelas Bagus.

(adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.