Beranda Bengkulu Pemuda Bengkulu Tolak Pergantian Nama Pulau Tikus

Pemuda Bengkulu Tolak Pergantian Nama Pulau Tikus

203
BERBAGI
Pulau Tikus (ist).

PROBENGKULU.COM, Bengkulu – Forum Komunitas Pemuda Peduli Bengkulu (KPPB) menolak pergantian nama Pulau Tikus di Provinsi Bengkulu menjadi Harapan dan Doa (HD) Island karena dinilai akan menciderai kenangan masyarakat terhadap pulau tersebut.

“Kami menolak rencana pergantian nama Pulau Tikus yang diusulkan Pemkot Bengkulu, sebab ini akan merubah sejarah dan menciderai kenangan masyarakat tentang pulau itu,” kata Ketua FKPPB, Feri Vandalis di Bengkulu, Minggu seperti dilansir antarabengkulu.com.

Menurut dia, pemerintah seharusnya melibatkan dan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum menggulirkan wacana perubahan nama Pulau Tikus menjadi HD Island.

“Pergantian nama sebuah pulau bukanlah perkara mudah. Lebih baik pemerintah menghidupkan berbagai destinasi wisata baru dan menangani masalah krusial sampah di Kota Bengkulu,” ujarnya.

Selain dari aspek tergerusnya nilai sejarah, menurut Feri, penyematan istilah “pulau” yang diterjemahkan menjadi “island” dalam bahasa Inggris juga dinilai kurang nasionalis.

“Alasan wisatawan berkujung ke Pulau Tikus, selain terumbu karang dan konservasi penyu, juga karena namanya yang unik. Apabila nama pulau itu dirubah menjadi HD Island, maka keunikannya akan hilang,” tegas Feri.

Penolakan senada juga dilontarkan Ketua Bengkulu Heritage Society, Reko Serasi yang menyarankan pemerintah agar rajin membaca buku dan memperhatikan aspek sejarah.

“Dari sejumlah literatur, Pulau Tikus menyimpan banyak sejarah penting tentang Kota Bengkulu. Apabila rencana pergantian nama terealisasi, maka memori kolektif masyarakat yang telah diwariskan turun-temurun tentang pulau itu akan hilang,” ujarnya.

Reko menambahkan, pemerintah seharusnya ikut mendukung pelestarian sejarah dan kebudayaan Kota Bengkulu bukan menguranginya.

Polemik pergantian nama Pulau Tikus menjadi Harapan dan Doa (HD) Island mencuat atas pernyataan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan yang ditulis salah satu media lokal.

(adm/antara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.