Beranda MotoGP Begini Penderitaan Rossi dengan Ban Michelin

Begini Penderitaan Rossi dengan Ban Michelin

144
BERBAGI
Valentino Rossi. (ist)

PROBENGKULU.COM, Lesmo – Kebangkitan ditunjukkan oleh Tim Movistar Yamaha pada paruh kedua musim balap MotoGP 2018. Tim yang bermarkas di Lesmo itu akhirnya mampu mengakhiri paceklik kemenangan lewat Maverick Vinales yang finis terdepan di MotoGP Australia 2018 pada akhir Oktober.

Hasil yang sama belum bisa ditunjukkan oleh Valentino Rossi. Namun, kepala teknisi Valentino Rossi, Silvano Galbusera, yakin bahwa motor Yamaha YZR M-1 akan segera kompetitif dalam waktu dekat, menyambut musim balap 2019. Sebab, pabrikan asal Iwata itu terus melakukan pengembangan.

Movistar Yamaha sendiri berhasil mengatasi masalah borosnya pemakaian ban Michelin yang mengganggu mereka sepanjang musim ini. Galbusera menuturkan, salah satu solusi yang dipakai timnya adalah dengan mengubah geometri roda belakang sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Kami bekerja keras memperbaiki geometri untuk mengurangi tekanan di ban belakang karena masalah yang mendera kami adalah umur ban. Valentino mengeluhkan masalah itu sepanjang waktu. Pada awal balapan dia bisa kencang, tetapi segala upayanya untuk menghemat ban selalu gagal. Ban Michelin yang dipakainya juga terlalu lunak dan mudah panas,” ujar Galbusera, dinukil dari Tuttomotoriweb, Senin (12/11/2018).

“Hal yang berbeda terjadi dengan (Maverick) Vinales yang punya fisik serta gaya balap berbeda. Valentino mengaku tidak mudah membalap dengan setelan saat ini, tetapi hanya itu caranya menghemat ban. Cara lain yang kami coba cukup berhasil tetapi mengorbankan tenaga motor,” imbuhnya.

Galbusera mengatakan, Rossi harus sedikit berkorban dengan pemilihan ban yang dilakukan timnya. Walau lebih sering merasa nyaman dengan kompon hard, pembalap asal Italia itu harus mulai terbiasa dengan ban lunak yang bisa mengeluarkan potensi terbaik dari motor YZR M-1.

(adm1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.