Kerja Cepat! Pembangunan IPAL Pedesaan TA 2025 DPRKP Bengkulu Utara Sudah Capai 80 Persen

oleh -284 Dilihat

PROBENGKULU – Program pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala perdesaan yang dikelola Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKP) Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan capaian signifikan.

Memasuki tahap awal pelaksanaan tahun anggaran 2025, progres pembangunan secara keseluruhan kini telah meningkat pesat hingga mencapai 80 persen, jauh di atas target awal.

Pada awal pelaksanaan, realisasi kegiatan tercatat berada di angka 25 persen. Namun berkat percepatan di lapangan, progres fisik pembangunan IPAL di 7 titik per desa berhasil mencapai 100 persen, bahkan melampaui target yang ditetapkan sesuai harapan Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.A.P.

Apresiasi atas keberhasilan ini disampaikan Plt. Kepala Dinas DPRKP Bengkulu Utara, Basar, S.E., melalui Kepala Bidang Permukiman Rakyat, Sofyan Effendi, S.T.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemerintah desa dan kelompok pelaksana kegiatan atas komitmennya dalam menyukseskan program ini. Progres pembangunan IPAL bukan hanya tepat waktu, tetapi juga melampaui target fisik yang direncanakan. Saat ini, progres keseluruhan sudah menyentuh 80 persen,” ujar Sofyan Effendi, Rabu (15/10/2025).

Pada tahap awal, setiap desa menerima alokasi 25 persen anggaran untuk membangun 7 bilik konflit septik tank dan lubang resapan IPAL. Beberapa desa bahkan melampaui target tersebut dengan capaian luar biasa.

Berdasarkan data DPRKP Bengkulu Utara, Desa Padang Jaya, Desa Suka Manak, dan Desa Marga Sakti menjadi tiga desa yang terbukti mampu menuntaskan pembangunan tahap awal lebih cepat dari target, dari total 11 desa penerima program IPAL pada tahun 2025.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat masyarakat desa dalam mendukung program sanitasi berbasis pemberdayaan. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi gerakan bersama menuju Bengkulu Utara yang lebih sehat,” tambah Sofyan.

Program IPAL pedesaan sendiri menjadi salah satu prioritas DPRKP Bengkulu Utara dalam mewujudkan visi daerah “Bengkulu Utara Sehat dan Bersih 2025.”

Selain meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat, keberhasilan tahap awal ini juga menjadi bukti bahwa model swakelola berbasis masyarakat (Pokmas) mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pedesaan secara efektif dan efisien.

“Kami optimis seluruh pembangunan IPAL di 11 desa akan rampung tepat waktu. Ke depan, program IPAL tidak hanya ditargetkan selesai, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sanitasi berkelanjutan,” tutup Sofyan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *