Rafflesia Kemumu Festival Resmi Dibuka, Bupati Arie Bidik Ajang Nasional Kharisma Event Nusantara 2027

oleh -130 Dilihat

BENGKULU UTARA – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Rafflesia Kemumu Festival 2026, yang resmi dibuka oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.AP., didampingi Wabup Sumarno bertempat di kawasan Kampung Wisata Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Rabu (1/7).

Lebih dari sekadar festival tahunan, kegiatan ini diproyeksikan menjadi event unggulan daerah yang mampu menembus Kharisma Event Nusantara (KEN), program nasional yang dikelola Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai etalase event terbaik di Indonesia.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan ditandai dengan pemukulan dol oleh Bupati Arie Septia Adinata yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, Ketua DPRD Bengkulu Utara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Bupati Arie menegaskan bahwa Rafflesia Kemumu Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi wisata alam dan budaya Bengkulu Utara kepada khalayak yang lebih luas.

Menurutnya, keberadaan bunga Rafflesia sebagai salah satu flora langka dunia merupakan aset berharga yang harus terus dijaga sekaligus dipromosikan. Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara ingin menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.

“Kami ingin Rafflesia Kemumu Festival semakin dikenal luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Ke depan, target kami adalah menjadikan festival ini masuk dalam Kharisma Event Nusantara sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Bupati Arie.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Mulai dari penguatan konsep acara, penyediaan fasilitas pendukung, peningkatan kenyamanan pengunjung, hingga pengemasan atraksi budaya yang lebih menarik dan berdaya saing.

“Kami menyadari masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan. Karena itu seluruh masukan dan evaluasi dari pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan perbaikan agar festival ini semakin baik dari tahun ke tahun,” tambahnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, Rafflesia Kemumu Festival menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat, pelaku seni, komunitas budaya, serta pelaku usaha lokal. Berbagai pertunjukan seni budaya daerah, konser musik, pameran UMKM, hingga kegiatan kreatif seperti pewarnaan kain bermotif khas daerah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku UMKM, pengrajin lokal, dan sektor jasa wisata diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai daerah semakin menambah semarak suasana festival yang mengusung semangat kolaborasi dalam membangun sektor pariwisata Bengkulu Utara.

Melalui Rafflesia Kemumu Festival, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berharap potensi wisata daerah semakin dikenal, kunjungan wisatawan terus meningkat, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata Kemumu.

Dengan dukungan seluruh pihak, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu Utara, tetapi juga mampu tampil sebagai salah satu event pariwisata unggulan Indonesia di masa mendatang. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *