MUARA SAHUNG – Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., menegaskan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Kaur harus dilaksanakan secara serius, sesuai perencanaan dan menghasilkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi peserta didik.
Pernyataan tersebut disampaikan Gusril saat memulai titik nol revitalisasi SDN 125 Kaur dan SMPN 30 Satu Atap di Desa Persiapan Air Nunung, Kecamatan Muara Sahung, Kamis (10/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari revitalisasi satuan pendidikan yang tahun ini menyasar 38 sekolah jenjang TK, SD hingga SMP di Kabupaten Kaur. Bantuan tersebut bersumber dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurut Gusril, terealisasinya program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan.
“Ini merupakan kebanggaan dan rasa syukur kita. Apa yang kita dapatkan hari ini merupakan hasil kerja bersama. Kalau kita tidak bekerja sama dan berkolaborasi, tentu bantuan seperti ini tidak akan terwujud,” ujar Gusril.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah, Dinas Pendidikan, Bappeda, tim perencana, jajaran Kejaksaan Negeri Kaur, pengelola keuangan, para asisten serta pihak lainnya yang telah mendukung realisasi program revitalisasi tersebut.
Gusril menyebut revitalisasi terhadap 38 satuan pendidikan merupakan langkah positif untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kaur. Namun, ia mengingatkan bahwa jumlah tersebut belum menjawab seluruh kebutuhan sekolah di daerah.
“38 titik ini luar biasa, tetapi masih banyak sekolah kita yang membutuhkan bantuan. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut dan tahun-tahun berikutnya jumlahnya bisa semakin banyak,” katanya.
Karena itu, ia berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga lebih banyak sekolah yang memperoleh dukungan untuk meningkatkan fasilitas pendidikannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara khusus meminta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dan seluruh pihak yang terlibat tidak mengabaikan ketentuan teknis dalam pengerjaan.
Ia menekankan agar pembangunan dilaksanakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Kualitas pekerjaan, kata dia, harus menjadi perhatian utama.
“Kerjakan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi. Jangan sampai apa yang sudah direncanakan berbeda dengan pelaksanaannya. Kita ingin hasil pembangunan ini benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi anak-anak kita,” tegasnya.
Bupati juga meminta kepala sekolah memastikan seluruh administrasi serta dokumen pendukung dipersiapkan dengan baik. Apabila terdapat kendala selama proses pembangunan, koordinasi harus segera dilakukan.
Menurut Gusril, langkah tersebut penting agar pelaksanaan program tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Gusril turut mengajak pemerintah desa dan masyarakat Desa Persiapan Air Nunung berperan dalam mengawasi proses pembangunan. Pengawasan bersama dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Ia juga memyampaikan keterlibatan Kejaksaan Negeri Kaur dalam program tersebut. Menurutnya, kehadiran jajaran kejaksaan merupakan bagian dari pendampingan agar pelaksanaan kegiatan tetap berada dalam koridor aturan.
“Pak Kajari hadir untuk mendampingi. Karena itu, mari kita bekerja dengan serius dan jangan sampai ada kesalahan yang kemudian menjadi persoalan hukum dan merugikan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kaur Lisarmawan, S.Pd., M.AP., menjelaskan bahwa revitalisasi tidak hanya berbentuk rehabilitasi bangunan. Program dapat mencakup pembangunan baru, perbaikan lapangan maupun fasilitas pendukung lainnya, dengan pelaksanaan disesuaikan kondisi masing-masing sekolah.
Khusus SDN 125 Kaur, pekerjaan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Keterbatasan lahan membuat pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan ketentuan program.
Dengan dimulainya titik nol di SDN 125 Kaur dan SMPN 30 Satu Atap, Gusril berharap program revitalisasi tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kaur. (ADV)






